So What We Could Do ?

πŸ˜“πŸ˜‘

πŸ‘€Saat ini aku sedang berpikir, apakah masa depanku akan baik? Mungkin, beberapa orang tidak terlalu peduli. Sayangnya, sifat overthinking ada di pikiranku. Dan, aku menulis ini hanya untuk mengutarakan ideku. Mengutarakan pikiran juga mengundang debat ya kan?

Siang ini, aku melihat video dari Vice Indonesia di Youtube. Videonya tentang member trainee BTS yang nyaris menjadi anggota BTS. Nyaris disini aku simpulkan dia tidak lolos. Dari 20 anggota trainee, dia salah satunya yang tidak lolos. Berpikir bahwa BTS tidak akan sepopuler ini. Sekarang dia bekerja di pemerintahan dan mempunyai Youtube. Tidak buruk, ya kan? Bagiku sih tidak sama sekali. Okey, jadi aku berpikir bahwa "nyaris" adalah kemalangan. Saat kamu sudah berusaha dan tidak bisa mencapai hal tersebut. Atau kamu sibuk untuk mencari opsi yang terbaik. Saat diberikan pilihan yang banyak seperti di e-commerce, kamu sibuk membanding-bandingkan harga termurah. Hal ini yang terjadi, hidup adalah runtutan pilihan. Dan, aku sibuk memikirkan pilihan yang terbaik. Tapi, bagaimana aku tahu itu yang terbaik?

Kadang tidak, opsinya (1)  aku memilih yang banyak orang pilih. Tapi bagaimana jika pilihan itu bukan berkaitan dengan orang-orang ? Hahaha. Jadinya aku overthinking. Dan ini menghabiskan banyak tenaga dan tidak mulai untuk mengerjakannya. (2) aku memilih yang terbaik, tetapi pilihan itu tidak menerimaku. Ini sama seperti yang di video. Hal ini membuatku sedih, overthinking. Tapi apa yang bisa aku paksakan ? Apakah aku mempunyai hak untuk mengubah itu? Bukan hal yang bisa aku kendalikan. Sayangnya, tetap saja menjadi trauma kecil bagiku. (3) menghabiskan terlalu banyak hal untuk pilihan yang belum tentu jelasnya. Hal disini juga bisa pikiran, membanding-bandingkan dengan teman. 

Jadi, apa yang bisa aku lakukan? [terima] [kamu bukan orang lain][menyerah dan lakukan lagi][tidak perlu hasil yang baik]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "So What We Could Do ?"

Post a Comment

Terkini